Review Drama : A Korean Odyssey (Hwayugi)

Review Drama

MV5BZjUzYTU2MmUtMmJjNS00OTAwLTkwZjUtZDI0NzQzMTQ2Mjk0XkEyXkFqcGdeQXVyMzE4MDkyNTA@._V1_SX692_CR0,0,692,999_AL_

Minggu yang lalu aku baru aja menamatkan drama korea yang satu ini. meskipun banyak banget kontroversi soal drama ini mulai dari kesalahan gambar sampai kecelakaan kru saat syuting, tetep bagus untuk ditonton kok. Hwayugi merupakan serial kera sakti versi korea dan lebih modern tentunya. aku lupa sih gimana cerita kera sakti ini malah yang inget cuma soundtrack filmnya aja yang masih terngiang :p

Cerita bermula saat gadis kecil yang suka membawa payung berwarna kuning bernama Jin Seon Mi yang bisa melihat hantu, karena hal ini dianggap aneh ia tak punya teman, semua orang menjauhinya karena ia dianggap sial. yang benar-benar tulus dengan dia cuma neneknya saja. Suatu hari Jin Seon Mi bertemu dengan iblis bernama Ma Wang yang menolongnya saat Seon Mi dikejar-kejar hantu. Kemudian Ma Wang meminta Seon Mi datang ke sebuah rumah di Gunung Elemen. Di rumah itu Seon Mi bertemu dengan seorang lelaki yang minta untuk dibebaskan dengan cara meniup lilin-lilin yang terpasang di rumah tersebut. Seon Mi mau membantunya dengan syarat laki-laki itu mau melindunginya. laki-laki yang ternyata adalah Sage Agung, Son Oh Gong.

Son Oh Gong bersedia untuk memenuhi permintaan tersebut dan berjanji akan datang melindungi Seon Mi jika Seon Mi memanggil namanya. tapi sayang setelah semua lilin berhasil ditiup Seon Mi, Son Oh Gong yang sudah bebas malah ingkar janji dan meninggalkan Seon Mi. Son Oh Gong pun menghilangkan ingatan Seon Mi soal namanya, sehingga Seon Mi tidak bisa memanggilnya lagi.

MV5BZjllYjRjZDctNzc0Yi00NmQ4LThhZDEtNjA2MjVkYjUxNDM0XkEyXkFqcGdeQXVyNzk0NTA5NQ@@._V1_

25 tahun kemudian, Seon Mi sudah menjadi wanita dewasa yang sukses. ia bekerja sebagai presdir di Hanbit Real Estate. Kemampuannya yang bisa melihat hantu membantunya dalam melakukan jual beli properti. Suatu hari ia bertemu dengan Son Oh Gong, ia masih mengingat wajah Son Oh Gong namun tetap tidak dapat mengingat namanya. Son Oh Gong muncul dihadapan Jin Seon Mi karena ada maksud tertentu. Jin Seon Mi ternyata adalah Sam Jang, yaitu manusia yang mempunyai darah istimewa. Son Oh Gong membutuhkan darah tersebut agar memiliki kekuatan berniat untuk memakan Sam Jang. Son Oh Gong malah jujur pada Sam Jang kalau ia akan memakannya.

Son Oh Gong terus mendatangi untuk melindungi Sam Jang dari makhluk lain yang ingin memangsanya juga dan memenuhi semua permintaan Sam Jang. Sam Jang juga sudah dikembalikan ingatan tentang nama Son Oh Gong. Semua ia lakukan agar ia bisa memakan Sam Jang, sampai-sampai ia membuat saus yang dipersiapkan kalau nanti ia akan memakan Sam Jang.

Di sisi lain, Ma Wang juga menginginkan darah Sam Jang, untuk itu Ma Wang memberikan sebuah gelang yang bernama Geumganggo pada Sam Jang untuk dipakaikan pada Son Oh Gong. Geumganggo berguna agar Son Oh Gong tidak akan mampu memakan Sam Jang. ternyata setelah mengenakan Geumganggo, Son Oh Gong akan berubah menjadi cinta pada Sam Jang. tapi tentu aja rasa cinta itu semu karena Geumganggo yang menggerakkan. namun cara itu berhasil melindungi Sam Jang dari niatan Son Oh Gong untuk memakannya. malahan Geumganggo menjadikan Son Oh Gong sebagai budak cinta karena terus merindukan dan memikirkan Sam Jang.

Sebagai balasan dari hadiah Geumganggo yang diberikan Ma Wang, Sam Jang harus menandatangani kontrak dengan Lucifer Entertaiment, sebuah agensi milik Ma Wang. Ma Wang membutuhkan Sam Jang agar ia bisa mendapatkan poin dan kembali lagi mejadi dewa. Sam Jang meminta bantuan Son Oh Gong untuk membantu dirinya.

MV5BM2I2Zjk2MjMtNzBhNy00YTc1LTg0ODYtYjNhZmU3NTcxNTFhXkEyXkFqcGdeQXVyNzk0NTA5NQ@@._V1_

Sejak Geumganggo dipakai Son Oh Gong. Sam Jang dan Son Oh Gong menjadi dekat dan selalu bersama.  Son Oh Gong selalu muncul di kantor Sam Jang, membawakan boneka monyet sebagai pengganti dirinya dan juga mengusir hantu yang suka menganggu Sam Jang. jika Sam Jang membutuhkan Son Oh Gong ia dapat memanggil nama Son Oh Gong dan Son Oh Gong akan langsung datang.  Sayangnya mereka dikisahkan  memiliki takdir yang tragis untuk hubungan keduanya. Jin Seon Mi sebagai Sam Jang ternyata memiliki tugas yang cukup berat dari kahyangan yaitu melindungi dunia. hal ini juga yang membuat takdir mereka jadi tragis.

Pemain :

Son Oh Gong (Lee Seung Gi)

Son Oh Gong ialah Sage Agung jelmaan kera. ia ditakuti oleh  monster maupun iblis jahat lainnya. karakternya juga nyebelin dan temperamen, kelakuannya juga seenaknya.  karena sesuatu hal ia dihukum dan dikurung di Gunung Lima Elemen selama 500 tahun serta tidak boleh minum alkohol. Untuk kembali ke kahyangan ia harus mengumpulkan poin dengan cara mencari monster atau iblis jahat yang menganggu manusia.

Jin Seon Mi (Oh Yeon Seo)

Jin Seon Mi ialah seorang Sam Jang, yaitu manusia istimewa yang darahnya juga istimewa. darah Sam Jang banyak diincar oleh iblis termasuk juga oleh Son Oh Gong dan Ma Wang karena darahnya dapat membuat makhluk-makhluk seperti mereka dapat memiliki kekuatan yang sangat besar. karakternya itu tipe wanita pemberani, kuat dan mandiri. gayanya juga elegan banget.

Ma Wang (Cha Seung Won)

Ahjussi kece ini iblis jelmaan kerbau yang sedang mengumpulkan poin agar dapat menjadi dewa. ia juga merupakan pendiri dari sebuah agensi yang bernama Lucifer Entertaiment. dia tuh salah satu juri di acara ajang pencari bakat dan punya gaya yang khas saat di acara tersebut. Karakternya kocak banget, kadang jahat kadang baik bahkan sensitif apalagi kalau menyangkut soal kekasihnya yang bereinkarnasi dan setiap bereinkarnasi hidupnya selalu sial. Ia juga berjuang untuk menjadi dewa demi kekasihnya ini.

MV5BYzRjMGZmZGUtYzJkZC00MTAyLWI5Y2ItNmRiZThlZjVmN2IwXkEyXkFqcGdeQXVyODUyNzA5MzE@._V1_

Komentarku:

Aku suka drama ini, menurutku seperti perpaduan drama Master Sun dan Goblin. terus suka juga sama pemainnya, Lee Seung Gi. Oppa yang satu ini emang deh kalo akting auranya keren banget. seperti biasa, kalau awal-awal tuh Lee Seung Gi selalu keliatan biasa aja tapi episode seterusnya waah gila cakepnya keluar. Oh Yeon Seo juga cantik banget, gayanya simple tapi tetep elegant. chemistry-nya sama Lee Seung Gi juga mantap sih. akting Oh Yeon Seo pas tubuhnya dimasuki Ahsanyeo wah parah serem sih tatapannya. Oh ya satu lagi, Cha Seung Won gila sih keren banget Ahjussi satu ini. tetep kece banget dan aktingnya kereeeen sumpah. pokoknya untuk soal akting tiap pemain gak diraguin lagi. bromance antara Son Oh Gong dan Ma Wang udah paling oke deh, feelnya dapet banget, suka berantem, kayak mau jahatin satu sama lain padahal saling peduli gitu cuma gak mau nunjukin aja. Jalan ceritanya aku suka, tapi pas ending kok rasanya gantung ya. kayak drama korea pada umumnya sih, rame diawal tapi pas ending selalu gantung atau garing. tapi ku kasih 8/10 untuk drama ini.

Advertisements

Review Film Hey Arnold! : The Jungle Movie (2017), Petualangan Di Hutan Belantara

Review Film
MV5BMzU3MDE4NTMtNDY3My00MWQ4LWEwZTQtMDA1NTE0NGQ5YTcyXkEyXkFqcGdeQXVyNzQ4MzcwODk@._V1_SY1000_CR0,0,666,1000_AL_

imdb.com

Siapa sih yang gak kenal dengan serial kartun Nickelodeon tentang kisah kehidupan sehari-hari seorang anak laki-laki kelas 5 SD bernama Arnold yang tinggal bersama nenek dan kakeknya di sebuah rumah yang digunakan sebagai kos. Serial kartun  Hey Arnold pernah ditayangkan di stasiun TV lokal beberapa tahun yang lalu. Aku masih ingat kartun Hey Arnold ini menemani masa kecilku, setiap sore jam tayangnya.

 Hey Arnold tayang pertama kali pada tahun 1996 dan berakhir pada tahun 2004. Serial TV ini diangkat juga dalam versi filmnya. Hey Arnold! : The Movie (2002) yang menceritakan tentang penggusuran lingkungan rumah Arnold oleh sebuah perusahaan bernama Future Tech Industries (FTI). Kisah perjuangan Arnold, Gerald dan kawan-kawannya dalam menolak adanya penggusuran diceritakan di film ini. Setelah 13 tahun berlalu, akhirnya Nickelodeon kembali menanyangkan kartun Hey Arnold yang berjudul Hey Arnold!: The Jungle Movie (2017) pada bulan November 2017 lalu. Film ini tidak ditayangkan di bioskop melainkan dapat ditonton pada channel Nickelodeon.

Sedari awal kartun Hey Arnold tayang, kisah orang tua Arnold tidak pernah diceritakan secara jelas. Namun kali ini,  cerita akan berfokus pada petualangan Arnold dalam menemukan orang tuanya yang telah lama menghilang sejak pergi ke San Lorenzo untuk misi kemanusiaan. Berawal dari mimpi Arnold yang bertemu dengan orang tuanya di San Lorenzo, hanya sebentar mereka bertatap muka kemudian orang tua Arnold menghilang dalam mimpi itu.

Cerita berlanjut saat hari terakhir sekolah sebelum liburan musim panas, Mr Simmons mengumumkan sebuah kontes yang diselenggarakan oleh organisasi kemanusiaan bernama Helpers for Humanity. Cara berpartisipasi dalam kontes tersebut yaitu dengan membuat suatu video dokumentasi yang bertema kemanusiaan. Jika terpilih, kelas mereka akan mendapatkan hadiah perjalanan ke San Lorenzo. Arnold yang menyadari bahwa orang tuanya berada di San Lorenzo bersemangat untuk mengikuti kontes. Dibantu teman baiknya, Gerald mereka mencari ide untuk membuat video. Muncul ide untuk membuat video tentang Monkeyman dan berencana membuat tempat tinggal untuknya. Namun rencana tersebut gagal ditambah baats waktu pengumpulan video yang sangat sempit. Arnold tidak jadi mengirimkan video.

Helga yang melihat kekecewaan pujaan hatinya, Helga berniat untuk membantu Arnold. Helga bekerja sama dengan Phoebe dan Gerald membuat video tentang Arnold yang berjudul The Legend of Arnold. Sebuah video yang menceritakan kebaikan Arnold terhadap teman-teman dan orang disekitarnya. Lewat video itulah akhirnya kelas mereka memenangkan kontes dan berkesempatan berlibur ke San Lorenzo.

Tiba di San Lorenzo, tepatnya di dermaga Arnold bertemu dengan sahabat lama orang tuanya, Eduardo. Eduardo juga kapten kapal dalam perjalanan mereka kali ini. Eduardo memperingatkan jika Arnold diincar oleh Lasombra, perompak kapal yang paling kejam yang juga musuh kedua orang tuanya. Di tengah perjalanan kapal mereka diserang oleh bajak laut sehingga mereka harus berjalan kaki sangat jauh di belantara hutan untuk sampai ke perkampungan tempat mereka akan beristirahat. Ketika sudah tiba di perkampungan, Arnold dan semua teman-teman sekelasnya menyadari bahwa Eduardo yang menemani mereka selama perjalanan di kapal adalah Eduardo palsu yang sebenarnya adalah Lasombra. Lalu Lasombra mengaku bahwa ia menjebak mereka semua, membuat kontes palsu agar Arnold datang kemari.  Arnold dan teman-temannya di sandera di perkampungan tersebut karena. Lasombra membutuhkan Arnold untuk membuka harta karun milik suku mata hijau disana. Menurut Lasombra, hanya Arnold yang dapat membuka harta karun itu.

MV5BOGFhZTQ2YzctMDBmMy00MWI2LTlkOGItN2NkZjRkMzhlMDM2XkEyXkFqcGdeQXVyNjc4Mzk5NjQ@._V1_

imdb.com

Arnold, Gerald, Helga dan Phoebe bekerja sama untuk keluar dari perkampungan disana dibantu teman-teman yang lainnya akhirnya mereka berhasil kabur. Berbekal buku jurnal milik ayah Arnold, mereka kabur untuk mencari dimana sebenarnya harta karun tersebut dan juga menemukan keberadaan orang tuanya. Petualangan Arnold dan teman-temannya di belantara hutan dikemas lucu, menarik dan juga mendebarkan. Lasombra mengetahui jika mereka kabur dan berusaha mencari keberadaan harta karun tersebut diam-diam membuntuti mereka ditambah juga Eduardo yang asli mencari keberadaan Arnold membuat kita makin penasaran.

Kisah persahabatan Arnold- Gerald yang sedikit meregang  juga kisah cinta Arnold-Helga terungkap ketika pencarian harta karun mulai menemukan titik terang tak lupa juga Gerald-Phoebe diceritakan di  film ini. Nenek, kakek dan kedua orang tua Helga yang awalnya tidak ikut dalam perjalanan mereka akhirnya menyusul saat mereka mengetahui bahwa anak-anak berada dalam bahaya.

Ada yang berbeda dengan kisah sebelumnya, tokoh-tokoh di film ini digambarkan melek teknologi.  Misalnya Rhonda yang menggunakan smartphone ataupun Phoebe yang menggunakan jaringan Wifi. Seolah film ini ingin memberitahu bahwa tokoh-tokoh kartun Arnold tetap hidup menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Di akhir cerita kita mengetahui siapa orang tua Arnold dan alasan selama 9 tahun  menghilang dan juga hubungannya dengan Lasombra dan harta karun milik suku mata hijau yang diincarnya selama ini.

Terakhir, ada satu kalimat dalam dialog  yang diucapkan Arnold pada Helga yang aku suka

“I don’t know. I think your heart… is more pure than you know.”

 

Review Drama : Longing Heart, Karena Penyesalan Datang di Akhir

Review Drama
MV5BYmFlMDFhNDctMDQ4NS00NDE2LWJlOTAtM2FiMTNjMGEwNmE2XkEyXkFqcGdeQXVyMzE4MDkyNTA@._V1_SY1000_CR0,0,702,1000_AL_

imdb.com

Drama yang bertema time travel ini bercerita tentang Kang Shin Woo, seorang pria berumur 28 tahun yang berprofesi sebagai guru matematika. Selama 10 tahun terakhir ia tidak bisa melupakan cinta pertamanya yaitu Han Ji Soo, teman sekelas sewaktu SMA.  sampai-sampai teman-temannya menyuruhnya mendatangi dokter karena disangka mempunyai orientasi seksual. padahal ia hanya tidak bisa melupakan Han Ji Soo. pada saat berada di rumah sakit ia bertemu dengan Ji Soo yang saat ini sudah berprofesi sebagai dokter. Ji Soo ternyata menolak dan tidak ingin bertemu lagi dengan Shin Woo karena ia merasa bahwa mereka berdua tidak ditakdirkan untuk bersama . Selain itu, Shin Woo juga melihat bahwa Ji Soo telah memakai cincin tanda bahwa Ji Soo telah bertunangan. Shin Woo yang marah dan kecewa kemudian pergi ke jembatan dan mengalami kecelakaan, ia tercebur ke sungai dan yang terjadi dirinya kembali ke masa lalu SMA tepatnya tahun 2007.

Kembalinya Shin Woo ke masa lalunya ini dijadikan kesempatan untuk merubah masa depannya bersama Ji Soo. Di tahun 2007 ia menyamar sebagai guru matematika di sekolahnya dulu, jadi ia mengajar dirinya sendiri dan teman-temannya. disinilah ia berharap bahwa ia dapat merubah masa depannya dengan diam-diam membantu Shin Woo versi muda untuk menyatakan cintanya pada Ji Soo.

MV5BZTgwYTI5MDgtYjZiYi00ZjIyLTg4NjQtZWYzMjNmYzI0NzE4XkEyXkFqcGdeQXVyNzk0NTA5NQ@@._V1_

imdb.com

Komentarku

Menurutku drama ini kategorinya ringan, dengan cerita pada umumnya sih alias mainstream. masalah cinta lagi terus pemeran utamanya gak bisa move on sampai bertahun-tahun tapi dikemasnya cukup menarik karena adanya time travel ini. Ditambah ada cinta segitiga yang tidak biasa. cinta segitiga yang terjadi justru ada diantara Shin Woo dewasa- Ji Soo- Shin Woo muda. justru tokoh utamanya cemburu pada diri sendiri. mungkin pada awal episode akan terasa agak bosan tapi di pertengahan mulai keluar rasa penasaran sama jalan ceritanya meskipun begitu tetap menarik untuk ditonton. gak sekedar cinta-cintaan juga, tapi ada kisah keluarga juga terutama orang tua. bagian ini cukup buatku sedih karena dikisahkan ibu Shin Woo meninggal dunia. Selain itu, Banyak pesan yang bisa diambil dari drama ini

1. Kalau suka ya nyatakan!

menurutku ini inti filmnya. pemeran utama gak pernah menyatakan cinta karena takut ditolak. padahal belum tentu kan malahan bisa nyesel kedepannya karena keburu diambil orang

2. Karena waktu takkan bisa kembali, do your best!

meskipun di drama ini ceritanya bisa kembali ke sepuluh tahun yang lalu, tapi kenyataan di kehidupan asli kan gak seperti itu. jadi selalu kasih yang terbaik untuk keluarga, sahabat dan orang-orang disekeliling kita, karena kita gak pernah tahu sampai kapan kita bisa terus bersama dengan mereka semua

3. Kejar Passion

hampir semua orang pada akhirnya tidak mengejar passion karena dirasa gak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dirasa gak abis-abis. Drama ini ngasih pesan kalau kita kejar passion dengan maksimal maka akan berbuah manis. bahasa gampangnya duit bakal ngikutin

4. Kehidupan Pernikahan Gak Semudah Yang Kamu Kira

Di drama ini dikisahkan teman dari Kang Shin Woo menikah muda dan setelah lama menikah mereka merasa kehidupan pernikahannya hambar, beda pendapat ribut lah dan hal-hal kecil lain. jadi mendewasakan diri sangat sangat perlu untuk menjalaninya meskipun masih muda. (gak pandang umur sih kalo soal dewasa menurut aku)

Ada yang aku gasuka dari drama ini, terutama soal pemain ceweknya yang mukanya gak berubah dari jaman dia SMA sedangkan tokoh cowonya berubah banget. gak sinkron banget dengan lawan mainnya. jadi gak ada bedanya di berumur 18 dan 28, yang bedanya cuma waktu umur 18 pakai seragam, pas umur 28 pakai jas dokter.

Nilainya 7 /10 untuk drama ini hohoho

Opini : Dilan & Milea, Couple Masa Kini

opini, Review Film

Sejujurnya dari awal tahu kabar bahwa novel Dilan bakal dibuat filmnya aku bertekad gak akan nonton filmnya. takut gak sesuai ekspektasi. tahu sendiri kan ketika kita membaca sebuah novel, kita bakal punya imajinasi sendiri soal tokoh-tokohnya, adegan per adengannya bakal gimana pasti udah punya bayangan sendiri-sendiri. takut kecewa karena pasti bakal berbeda ya lebih memilih untuk ga nonton. sampai pada akhirnya keluarlah siapa aja pemainnya makin gamau nonton wkwkwk.

ketika tahu bahwa Milea bakal diperanin sama Vanesha, aku sih suka-suka aja liatnya. cantik dan pas deh kayaknya untuk memerankan tokoh Milea. tapi yang ditunggu-tunggu adalah siapa nih yang jadi Dilan. keluarlah Iqbaal sebagai pemeran Dilan. jujur, gak nyangka aja kenapa Iqbaal yang kepilih. kalo soal fisik emang ganteng dan aku tahu kalo Iqbaal ini aslinya pinter, kelihatan dari pembawaannya. cuma yang aku lihat dari Iqbaal adalah image anak-anaknya masih melekat apalagi dulu dia salah satu anggota Coboy Junior sedangkan tokoh Dilan ini slengekan dan anak geng motor banget deh, apalagi dia kan panglima tempurnya. gara-gara itu gak mau nonton walaupun sempet mikir pasti ada alasan kuat kenapa Iqbaal kepilih dan apalagi ditunjuk secara langsung sama Ayah. secara sang penulis pasti lebih mengenal tokoh yang ia tulis dan kenal dengan Dilannya langsung (walaupun feelingku berkata Pidi Baiq adalah Dilan).

ketika filmnya tayang, orang-orang nonton tuh terus penontonnya juga membludak hanya dalam beberapa hari aja. aku masih belum penasaran. terus denger juga dari temen-temen yang udah nonton, ada yang bilang bagus, ada yang bilang B aja. dan setelah 3 minggu tayang, temen-temenku ngasih tau semua mending nonton karena bagus dan gakan nyesel ditambah pula dengan review orang-orang di internet. oke akhirnya ku putuskan untuk menonton karena lama kelamaan aku penasaran dengan filmnya. setelah nonton yang ku gatel pengen ngomong

“mesem-mesem sendiri nonton film ini, lucu banget Dilan-Milea, anak SMA banget”. itu opiniku terhadap film ini. bukan bikin baper sih kalo buatku tapi lucu aja liat Vanesha dan Iqbal meranin anak SMA nya dapet banget, bukan anak SMA yang alay dan terlalu dewasa tapi lebih kepada polosnya anak SMA ya seperti itu. dandanannya juga gak menor kayak sinetron-sinetron, pas aja deh pokoknya.

untuk soal Iqbal yang meranin Dilan, 2 jempol deh. gak keliatan lagi tuh image anak-anaknya. dewasa dan tengilnya dapet, natural pula. yang paling kusuka adalah matanya itu bicara banget, saat gombal, saat marah wiih keren banget. gombalannya bikin ketawa walaupun nih ada bagian yang garing. mungkin sih menurutku aja, memang ada kata-kata di buku yang jadi dialognya mereka ketika diubah dalam bentuk audio visual kurang dapet aja gitu.

vanesha juga polos dan cutenya anak SMA dapet banget malah gak keliatan aktingnya keliatan natural banget. gak lebay macem sinetron deh. terus pas adegan dia nangis gara2 ditampar Anhar juga keren, natural sekali pokoknya.

ada juga adegan yang gak banget pada saat Milea pulang bareng naik mobil ibunya Dilan. beuuh keliatan banget boongannya tuh jalanan, jadinya menganggu aja.

Dilan dan Milea ini jadi icon baru menurutku sama lah kayak Rangga dan Cinta, malah lebih greget Dilan dan Milea mungkin karena tokohnya juga gak dingin, menyenangkan sebagai teman, pacar ataupun anak. beda kali ya sama Rangga yang super dingin sama semua orang. Dilan dan Milea ini jatuh cintanya sederhana banget, dasar cinta kerupuk aja di makan setengah terus setengahnya lagi dibawa pulang pake keresek. gak masuk akal sih tapi bisa aja kejadian sama orang yang lagi kesengsem wkwk. adegan yang bikin aku ngakak adalah ketika Milea sun tangan ke Dilan. ya ampun jadian aja belom coy udah sun tangan aja kayak suami istri wkwk lucu sih

tapi tetep sih intinya suka sekali sama mereka berdua. couple yang menunjukan bahwa bahagia dan jatuh cinta itu sederhana yang penting saling mengisi dan selalu ada satu sama lain. terakhir nih, meskipun aku punya bayangan sendiri soal sosok Dilan sejak baca novelnya, tapi Iqbaal bisa membawa tokoh Dilan itu jadi berkarakter dan hidup makanya tetep seru untuk di tonton.